Konfigurasi EoIP

Ethernet over IP (EoIP) dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia berarti Ethernet diatas IP. EoIP berfungsi sebagai loocal loop artinya menghubungkan satu dua atau lebih IP lokal di tempat yang berbeda.

Berikut cara konfigurasi EoIP di mikroTik yang telah saya buat,

Pemberian IP address untuk masing-masing ether1 dan wlan1 di router-AP :

[admin@router-AP] > ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
#   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE
0   10.10.10.1/30    10.10.10.0    10.10.10.3    ether1
1   11.11.11.100/24     11.11.11.0    11.11.11.255     wlan1

Pembuatan EoIP tunnel di router-AP :

[admin@router-AP] > interface eoip add name=eoip-to-client tunnel-id=0 remote-address=10.10.10.2
[admin@router-AP] > interface eoip enable eoip-to-client

Selanjutnya, pemberian IP address untuk masing-masing ether1 dan wlan1 di router-STATION :

[admin@router-STATION] > ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
#   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE
0   10.10.10.2/30    10.10.10.0    10.10.10.3    ether1
1   11.11.11.1/24     11.11.11.0    11.11.11.255     wlan1

Pembuatan EoIP tunnel di router-STATION :

[admin@router-STATION] > interface eoip add name=eoip-to-pusat remote-address=10.10.10.1
[admin@router-STATION] > interface eoip enable eoip-to-pusat

Sebelumnya pastikan bahwa antar wlan1 di router-AP dan router-STATION sudah terkoneksi dengan baik.
Pengecekan koneksi wlan di router-AP:

[admin@router-AP] > interface wireless print detail
Flags: X – disabled, R – running
0  R name=”wlan1″ mtu=1500 mac-address=00:02:6F:55:5F:1B arp=enabled interface-type=Atheros AR5413 mode=ap-bridge ssid=”ngoprek” frequency=5300 band=5ghz
scan-list=default antenna-mode=ant-a wds-mode=disabled wds-default-bridge=none wds-ignore-ssid=no default-authentication=yes default-forwarding=yes
default-ap-tx-limit=0 default-client-tx-limit=0 hide-ssid=no security-profile=default compression=no

Pengecekan koneksi wlan di router-STATION:

[admin@router-STATION] > interface wireless print detail
Flags: X – disabled, R – running
0  R name=”wlan1″ mtu=1500 mac-address=00:0C:42:3A:B0:CE arp=enabled interface-type=Atheros AR5413 mode=station ssid=”ngoprek” frequency=5220 band=5ghz
scan-list=default antenna-mode=ant-a wds-mode=disabled wds-default-bridge=none wds-ignore-ssid=no default-authentication=yes default-forwarding=yes
default-ap-tx-limit=0 default-client-tx-limit=0 hide-ssid=no security-profile=default compression=no

Selanjutnya kita buat brigde untuk port ether1 dan wlan1 di router-AP :

[admin@router-AP] > interface bridge add name=bridge1
[admin@router-AP] > interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge1
[admin@router-AP] > interface bridge port add interface=wlan1 bridge=bridge1

Jangan lupa untuk membuat bridge di router-STATION

[admin@router-STATION] > interface bridge add name=bridge1
[admin@router-STATION] > interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge1
[admin@router-STATION] > interface bridge port add interface=wlan1 bridge=bridge1

Selanjutnya berikan alamat ip pada masing-masing komputer sesuai gambar. Setelah itu berarti EoIP tunnel sudah selesai dibuat. Untuk melakukan pengetesan dari komputer masing-masing ping ke ip sendiri dan ip komputer lainnya (11.11.11.2/24 dan 11.11.11.101/24), jika hasilnya reply maka EoIP tunnel sudah bekerja dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pendekar Tinta

Membangun Peradaban Melalui Tulisan

Iqbal1

Hidup adalah Perjuangan...

rifdanella

combinations of life, blog and technlogy

Sekedar berbagi...

Belajar hingga akhir hayat..! Semakin banyak kita tahu, semakin sadar bahwa kita belum tahu banyak dan kita masih harus terus belajar agar semakin tahu dan semakin mengerti... Dan Jadilah seperti padi, semakin tua semakin berisi tapi dia semakin merunduk... (Nathan Gusti Ryan)

Tempat Nongkrong Anak Fisika Universitas Udayana Bali

Tempat Nongkrong Anak Fisika Universitas Udayana Bali

%d blogger menyukai ini: