Empat Hari di Negeri Jiran


Juni 2012, sengaja saya ambil cuti kuliah dan kerja untuk sekedar tour ke Malaysia sekaligus menemani ayah teman saya taaruf dengan orang Malaysia sana. Take out dari Bandara Sokearno hatta Cengkareng Indonesia sore hari ba’da isya dengan memakai jasa transportasi udara Air Asia, sampai di Kuala Lumpur Air port Malaysia malam sekitar pukul 24.00 waktu Malaysia.  Untuk mempermudah komunikasi dengan orang pribumi saya membeli perdana Indosatnya orang Malaysia, Digi.

Kesan pertama menginjakan kaki di Kuala Lumpur (KL) adalah kagum (mungkin kelihatan norak). Kagumnya saya dengan kebersihan kotanya. Tertib lalu lintas, modernisasi dan kenyamanan transportas umumnya. Bus, Monorail, Trim (kereta bawah tanah), dan tentu saja bandara, selain modern dan nyaman tentu saja murah. Hampir selama empat hari keliling jalanan di Malaysia tidak saya jumpai macet, ada macet tapi dikarenakan kecelakaan.

Unik bangunannya yang ke timur tengahan. Gedung-gedung yang ada di Malaysia kebanyakan bercorak kubah seperti masjid ala timur tengah dan lebih rendah jika dibandingkan dengan gedung yang ada di Jakarta. Meskipun menarik, dari kesaksian orang Malaysia sendiri menyatkan bahwa untuk mall dan hotel yang ada negaranya masih kalah indah jika dibandingkan dengan yang ada di Jakarta. Diakui bahwa Indonesia memag jagonya Asia Tenggara untuk urusan membuat hotel dan mall. Untuk masalah makanan, indonesia juga jagonya (maklum lidah saya sudah pas dengan resep orang sunda :D), di Malaysia lemak (nasi) terlalu banyak rempah-rempah.

Teratur dan tertib penduduknya dari mulai cara berpakaian, makan, sampai pergaulan walaupun ada beberapa yang masih membuka aurat. Tapi kebanyakan mereka yang seperti itu (buka aurat) bukan penduduk asli melayu. Hampir sepanjang jalan tidak saya temui pengemis. Kebanyakan dari penduduknya yang saya jumpai juga terkesan sombong, hidup mewah, dan individualis.

Sepertinya panorma dan tata letak kota yang demikian teratur sudah sengaja disetting dengan begitu apik agar turis2 mancanegara datang kenegaranya.

Turis-turis manca negara dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang sebetulnya tidak disukai oleh negara malaysia sendiri. Misalnya masih saya jumpai ada pijat plus2. Padahal seharusnya ini tidak ada di negara yang mayoritas islam.

Tempat tempat yang saya jumpai antara lain :

  • Menara Kembar Petronas
  • I-City
  • Times Square
  • Istana Negara Baharu Yang Dipertuan Agong
  • China Town
  • Suria KLCC
  • Batu Caves

Itulah beberapa hal penyebab Malaysia selangkah lebih maju dari Indonesia, walaupun beberapa hal Indonesia lebih unggul.  Oya, mengenai klaim mengklaim budaya Indonesia, kalo saya lihat disini adem-adem aja. Oya, ternyata tontonan favorit mereka adalah Overa Van java ( OVJ ) yang disiarkan di tv bintang.

Yang mungkin anda suka :

   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pendekar Tinta

Membangun Peradaban Melalui Tulisan

Iqbal1

Hidup adalah Perjuangan...

rifdanella

combinations of life, blog and technlogy

Sekedar berbagi...

Belajar hingga akhir hayat..! Semakin banyak kita tahu, semakin sadar bahwa kita belum tahu banyak dan kita masih harus terus belajar agar semakin tahu dan semakin mengerti... Dan Jadilah seperti padi, semakin tua semakin berisi tapi dia semakin merunduk... (Nathan Gusti Ryan)

Tempat Nongkrong Anak Fisika Universitas Udayana Bali

Tempat Nongkrong Anak Fisika Universitas Udayana Bali

%d blogger menyukai ini: